Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

ESTETIKA

Gambar
  Socrates Café No.2/2023.   ESTETIKA Denpasar tengah hari 27 Januari 2023, di sebuah kedai kopi - bersua dua sahabat hebat, penyair Warih Wisatsana dan Intelektual Bali Putu Suasta. Kerinduan berbincang lantas ‘tumpah ruah’ . Kita, lantas berbincang berbagai topik kebudayaan. Bagi saya, ini merupakan pencerahan, mengingat saya banyak tertinggal soal perkembangan peradaban dunia. Pasalnya, banyak kesibukan yang tidak produktif saya lakukan. Oleh karenanya, saya perlu ‘menyaring’ dan ‘mengkoreksi’ aktifitas yang tidak menambah pertumbuhan pemikiran.   Ada hal baru dari pemikiran mas Warih, sederhana namun cukup ‘mengusik’ saya. Dalam percepatan putaran jaman seperti sekarang ini, mas Warih berpendapat Estetika sudah tak terlalu penting, konsep pemikiran jauh lebih penting. Tentu, pemikiran Mas Warih soal ‘Estetika tak terlalu penting’ – tak bisa kita ‘telan mentah’ begitu saja. Bagi kita-kita yang berkecimpung di wilayah penciptaan, ada yang mesti kita renungkan ...
Gambar
  SELAMAT DATANG UPACARA TERAKHIR GM SUKAWIDANA oleh : Gde Hariwangsa Menyambut kehadiran antologi Upacara terakhir sahabat saya Gm Sukawidana , saya hadirkan ‘symphonic poem’ karya karya Cesar Franck yang tercipta atas dasar puisi Victor Hugo yang berjudul : ‘Ce qu’on, sur la montagne’ (What You Hear on The Mountain). Dan ‘Prélude à l'après-midi d'un faune’ (‘Prelude to the Afternoon of a Faun’) karya komponis Claude Debussy (1862-1918) yang terinspirasi oleh puisi L'après-midi d’un faune oleh Stéphane Mallarmé. Selain itu, juga saya hadirkan repertoar sahabat kita I Wayan Gde Yudane dan sekaa gamelan Wrdhi Cwaram. Repertoar ‘symphonic poem’ atau pementasan musik Yudane dan Wrdhi Cwaram (yang bagi saya amat baru) itu, lahir dari ‘persenyawaan’ dengan karya puisi penyair Ketut Yuliarsa. ‘Aquifers’, adalah judul repertoar Yudane yang saya ‘petik’ dari Youtube. Membaca-baca sajak-sajak pak guru GM yang terangkum dalam antologi Upacara Terakhir itulah, ‘menstimulir’ saya un...
  October 13, 2022   KEMANUSIAAN, CINTA, DALAM SUSASTRA   Manakala hendak menulis kata pengantar ini, tiba-tiba handphone saya berbunyi. Ternyata sebuah whatsapp (WA) dari sahabat saya Putu Fajar Arcana, sastrawan dan wartawan harian umum Kompas. Pada WA itu, CAN, demikian panggilan akrabnya – mengirim tulisan opini tentang ‘Ibadah Sastra Untuk Kewarasan Umat’ di rubrik ePILOG Kompas.id. ePILOG adalah rubrik khusus tulisan-tulisan opini CAN. Saat membuka WA itu, saya tertarik dengan kalimat yang singkat, tapi membuat saya tergoda untuk membaca tulisannya secara lengkap. Tulisan singkat tersebut juga terkait dengan materi yang hendak saya tulis.. Bagini kalimatnya : “Sastra adalah ibadah yang menuntun umat untuk selalu waras. Kisah Ni Diah Tantri telah mengubah perangai seorang raja yang beringas menjadi welas asih. Gimana dengan kini? Kau yang haus kuasa dan harta, baca-bacalah sastra! Simak ePILOG”.  Pada tulisan itu, CAN menjelaskan tentang kekuatan sastra dalam me...
Gambar
  Order : Hin 0858 2910 7344
Gambar
Buku Ilen-Ilen Seni Pertunjukan Bali ini merupakan sekumpulan tulisan Prof. Dr. I Wayan Dibia, tentang seni pertunjukan Bali.  Buku ini wajib dibaca bagi mereka penyuka seni  pertunjukan Bali Order : Hin 0858 2910 7344